Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2011

Tata Surya Teraneh yang Pernah Ditemukan

"Betul-betul menakjubkan dan membingungkan!!", Itulah yang ada dalam pikiranku pada saat membaca berita sains dari KOMPAS.com ini. Bagaimana tidak, di luar angkasa nun jauh disana, terdapat dua planet raksasa yang berevolusi bintang ganda yang terdiri dari bintang katai putih dan katai merah.
Hmmmmm... untuk berita selengkapnya, simak aja cerita yang disadur dari kompas.com berikut ini.


Tim astronom yang salah satu anggotanya adalah Dr Gavin Ramsay dari Observatorium Armagh menemukan bukti adanya tata surya atau sistem keplanetan yang paling aneh. Dalam tata surya tersebut, dua planet raksasa mengitari bintang ganda bernama UZ For yang terdiri dari bintang katai merah dan katai putih.
Hasil observasi tim astronom itu dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of Royal Astronomical Society dengan judul "Possible detection of two giant extrasolar planets orbiting the eclipsing polar UZ Fornacis". Jika kelak terbukti kebenarannya, maka tata surya itu akan menjadi tata surya baru yang paling aneh.
Dalam sistem bintang ganda, dua bintang yang berpasangan akan

Indonesia dan AS Tandatangani MOU Perlindungan Lingkungan

teknik lingkungan, perlindungan lingkungan, indonesia dan AS tandatangani, MOU perlindungan lingkungan

Selasa (28/6/2011) - Kementerian Lingkungan Hidup hari Senin di Jakarta menandatangani Nota kesepahaman dengan Environment Protection Agency atau Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat untuk program kerjasama dibidang perlindungan lingkungan.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan kerjasama tersebut meliputi pencegahan dan pengelolaan emisi gas rumah kaca, pencemaran udara serta air, limbah, degradasi lingkungan, edukuasi dan kampanye lingkungan.
Selain itu, bentuk kerjasama lainnya juga meliputi transfer teknologi dan pertukaran informasi di bidang perlindungan lingkungan hidup, pelatihan dan kunjungan studi serta membantu membuat perundang-undangan tentang lingkungan. Kerjasama ini akan berlaku selama lima  tahun.
Nota kesepahaman (MOU) dengan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (EPA) Amerika Serikat ini, kata Hatta, merupakan langkah positif dalam upaya untuk menghadapi tantangan besar dalam melindungi lingkungan hidup.
Kerjasama tersebut, menurut Hatta, juga akan menambah pengetahuan dan keahlian Indonesia dalam meminimalkan dampak kerusakan lingkungan. Hal ini dikarenakan EPA telah memiliki pengalaman dalam menangani berbagai isu lingkungan terkait dengan perbatasan dengan negara tetangga, penanganan rehabilitasi daerah pertambangan dan daerah yang tercemar berat.
Lebih lanjut Hatta mengatakan,