Tampilkan postingan dengan label Langka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Langka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2011

Tata Surya Teraneh yang Pernah Ditemukan

"Betul-betul menakjubkan dan membingungkan!!", Itulah yang ada dalam pikiranku pada saat membaca berita sains dari KOMPAS.com ini. Bagaimana tidak, di luar angkasa nun jauh disana, terdapat dua planet raksasa yang berevolusi bintang ganda yang terdiri dari bintang katai putih dan katai merah.
Hmmmmm... untuk berita selengkapnya, simak aja cerita yang disadur dari kompas.com berikut ini.


Tim astronom yang salah satu anggotanya adalah Dr Gavin Ramsay dari Observatorium Armagh menemukan bukti adanya tata surya atau sistem keplanetan yang paling aneh. Dalam tata surya tersebut, dua planet raksasa mengitari bintang ganda bernama UZ For yang terdiri dari bintang katai merah dan katai putih.
Hasil observasi tim astronom itu dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of Royal Astronomical Society dengan judul "Possible detection of two giant extrasolar planets orbiting the eclipsing polar UZ Fornacis". Jika kelak terbukti kebenarannya, maka tata surya itu akan menjadi tata surya baru yang paling aneh.
Dalam sistem bintang ganda, dua bintang yang berpasangan akan

Selasa, 14 Juni 2011

Gerhana Bulan Total Paling Spektakuler Terjadi Kamis Dini Hari Nanti

gerhana bulan total spektakuler fenomena indah langka lunar eclipse 100 tahun

kapan lagi lagi kite liat fenomena alam spektakuler?? Ade rencane begadang malam ne?? Ngumpul ke, ngeliat gerhana bulan sambil2 liat "bidadari2 bulan"... :D

Kamis (16/6) dini hari, gerhana Bulan total akan terjadi dan dapat disaksikan di Indonesia. Gerhana akan dimulai pada pukul 00.25 WIB dan berakhir pada pukul 05.59 WIB. Berdasarkan publikasi NASA, totalitas atau kondisi saat Bulan tak tampak sama sekali akan berlangsung selama 100 menit, dari pukul 02.22 WIB hingga pukul 04.02 WIB, termasuk salah satu gerhana terpanjang dalam waktu 100 tahun terakhir.

"Tahun ini akan terjadi dua kali gerhana bulan total yang bisa terlihat di indonesia, yaitu pada 16 juni dan 10 desember. Saat itu, bulan akan muncul dengan warna baru dan mengalami proses gerhana yang cukup panjang dan spektakuler untuk disaksikan dimulai pukul 19.46 WIB. Total gerhana terjadi pukul 21.04 dan selesai 23.17." Cekidot jak nanti.. :)

Gerhana Bulan total kali ini bisa disaksikan di wilayah Eropa, Afrika, Amerika Selatan, Australia, dan Asia, termasuk Indonesia. Wilayah timur Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, dan barat Australia bisa menyaksikan keseluruhan tahap gerhana. Di Indonesia, wilayah yang keberuntungan yang sama adalah Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan sebagian Nusa Tenggara.

Pengamat di Eropa akan kehilangan tahap awal gerhana sebab saat tahap itu terjadi sebelum Bulan terbit. Sementara pengamat di wilayah timur Asia, timur Australia, dan Selandia baru akan kehilangan tahap akhir gerhana karena pada tahap itu Bulan sudah tenggelam. Wilayah Amerika Utara kurang beruntung sebab tak bisa menyaksikan seluruh gerhana ini.

Durasi totalitas gerhana kali ini akan menjadi salah satu yang terpanjang dalam 100 tahun. Dalam publikasi Space.com, Sabtu (11/6/2011), totalitas gerhana yang bisa menandingi terjadi pada pada 16 Juli 1935 selama 101 menit, 6 Juli 1982, dan 16 Juli 2000 selama 107 menit. Totalitas gerhana yang panjang berikutnya diperkirakan terjadi pada 27 Juli 2018 selama 106 menit.

Menurut Detik.com
Alam memberikan hiburan gratis bagi mereka yang terbiasa tidur larut malam. Lepas tengah malam nanti atau mulai Kamis (16/5/2011) dini hari, akan terjadi gerhana bulan total. Diperkirakan cuaca akan cerah, sehingga fenomena alam tersebut bisa disaksikan langsung secara kasat mata.

Menurut Direktur Observatorium Bosscha Lembang, Hakim L Malasan, gerahana terjadi mulai pukul 01.25 WIB dan total pada 2.25 WIB. Kemudian maksimum gerhana total di mana bulan seluruhnya ditutupi bayangan bumi akan terjadi pada pukul 03.14 WIB. Gerhana baru berakhir bertepatan dengan adzan subuh pukul 05.04 WIB.

"Bulan akan ditutup oleh bayangan bumi, yang tadinya bulan berwarna putih akan menjadi hitam kemerahan dan itu berlangsung cukup lama. Ini spektakuler kalau disaksikan," ujar Hakim saat dihubungi.

Bosscha sendiri, lanjutnya, bekerjasama dengan Kominfo dan observatorium lainnya di Yogyakarta, Aceh, Pakanbaru, Lapan di Pameungpeuk, dan Mataram akan menyaksikan fenomena itu dan hasilnya akan live streaming di website Kominfo. "Ini ujicoba live streaming baru," ujarnya.

Lebih lanjut Hakim menjelaskan, teropong akan dipasangi kamera CCD kemudian hasil pencitraannya akan disalurkan ke internet yang terhubung dengan internet lalu dikirim ke server milik Kominfo. "Nah live streaming kali ini akan mudah diakses oleh masyarakat luas melalui website resmi Kominfo dan Bosscha," terangnya.

Sing:"Oh bulan tolonglah aku katakan padanya... Kucinta dia... :) "